BANGKALAN – Dalam dunia Politik kabupaten Bangkalan merupakan salah satu Daerah yang penuh fenomena teka teki di tiap tahunnya. “Bagaimana tidak, karena patokan utama yang dinilai caleg beruang dan loyalitas tinggi kepihak KPU dan Bawaslu ia akan menuai suara tertinggi dan tercatat jadi.
Bahkan yang digunakan sistem Tawassul yakni; Wa Ala Alihi ( Untuk Keluarga KPU dan Bawaslu) Wa Shohbihi ( Teman dekat KPU dan Bawaslu) Wa Fulusihi (Untuk Orang Yang Punya Uang) baru Ajama'in ( Masuk Semua) seperti itulah kesan politik di KPUD kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur.
Dengan istilah kata, Nilai Nilai Demokrasi Politik praktis di Kabupaten Bangkalan mulai terkikis oleh sistem yang penuh dengan kecurangan dalam artian yang dapat suara banyak kalah dan yang sedikit sukses kalau kerjasama dengan KPU dan Bawaslu memenuhi syarat dan target pembagian mata uang politik merata,” Rabu (26/06/2024).
Seperti perjuangan H Musawir Politisi PKS Dapil 5 Tanah Merah Burneh di 10 TPS desa Langkap, kalau tidak dikawal dengan ketat baik pusat maupun daerah tidak menutup kemungkinan suaranya akan hilang ditelan oleh oknum oknum tidak bertanggung jawab demi kepentingan pribadinya dan namun atas kegigihan memperjuangkan haknya sehingga mencapai tujuan yang sukses.
Kami (Moh Hosen) pegiat Antikorupsi wilayah provinsi Jawa Timur mengucapkan selamat dan sukses kepada H Musawir Politisi PKS yang telah berhasil memperjuangkan hak suaranya demi kesejahteraan masyarakat bangkalan. Apresiasi H Musawir semoga Amanah ini Tetap di rasakan oleh khalayak masyarakat dengan tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat sebagai Dewan Perwakilan Rakyat.
Semoga kedepannya KPUD dan Bawaslu Bangkalan dapat bekerjasama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Demokrasi sebagai wujud bahwa pemerintah Bangkalan berintegritas dan berkualitas dalam melaksanakan Pemilihan Umum dan tidak melanggar peraturan DKPP RI nomor 2 Tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman perilaku Penyelenggara Pemilu dalam tiap tahunnya (Pileg-Pilpres- Pilkada).
Penulis: Hosnews
