JAKARTA – Seni merupakan ekspresi kreativitas manusia yang menciptakan karya indah dan bermakna, melibatkan keahlian, perasaan, dan gagasan untuk membangkitkan emosi, kesenangan, atau pemahaman, dan dapat ditemukan dalam berbagai bentuk seperti lukisan, musik, tari, teater, serta menjadi bagian penting dari budaya dan identitas bangsa.
Sedangkan Jiwa seni kecenderungan batin seseorang untuk peka terhadap keindahan, ekspresif secara kreatif, imajinatif, dan mampu menemukan makna mendalam dalam hal-hal sederhana, yang kemudian disalurkan melalui berbagai bentuk seni seperti musik, lukisan, tulisan, atau tarian untuk mengungkapkan perasaan dan ide uniknya.
Belakangan ini terkabar bahwa Achmad Valen Akbar harus mengikuti peraturan 11 poin kalau ingin adakan konser di Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur. Secara tidak langsung pernyataan tersebut ingin merusak seni budaya Indonesia yang sudah dari tahun ke tahun dijaga oleh para seniman musik dengan syair indah yang membuat kita semangat hidup.
Menyikapi polemik ini, Moh Hosen Ketua KAKI Jawa Timur mengatakan, hanya orang tidak punya jiwa seni tolak konser penyanyi dangdut Achmad Valen Akbar, kesenian itu penting karena dampaknya dapat membuat semangat dalam kehidupan sehari-hari, itulah isi dunia bukan akhirat, ujar Ketua KAKI Jatim, Kamis (1/01/2026).
Sebagaimana sering kali dijelaskan oleh para pendakwah:
اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأَنَّكَ تَعِيشُ أَبَدًا، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوتُ غَدًا
Bekerjalah untuk duniamu, seolah-olah engkau akan hidup selamanya. Dan beribadahlah untuk akhiratmu, seolah-olah engkau akan mati besok.
Namun akhirnya konser Kepulangan Ach. Valen Akbar atau Valen runner-up Dangdut Academy 7 (DA7) Indosiar kamis (1/01/2026), sepenuhnya difasilitasi oleh PT Bawang Mas (BM) Grup. CEO BM Grup, H. Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, menegaskan pihaknya siap pasang badan demi mendukung talenta muda asal Madura itu.
H. Khorul Umam sangat luar biasa mau merangkul anak muda yang berjiwa seni, inilah orang sepuh wilayah yang layak dijadikan panutan oleh segenap kalangan. Sebab meskipun ia bukan seorang tokoh agama tapi masih mau ikut andil dalam dunia kesenian yang tentunya sangat sependapat dengan pecinta musik dangdut Indonesia,” papar Hosen KAKI.
Seperti H. Khairul Umam (H. Her) Itulah sebenarnya orang yang dicintai Allah SWT meskipun bukan pendakwah tapi mau merangkul segenap kalangan karena Islam itu rahmatan Lil alamin, seperti teringat sejarah orang buta kafir Quraisy yang selalu menjelekkan nabi Muhammad tapi beliau malah merangkul dan menyuapi makanan setiap hari.
Jika ada sekelompok orang mengatakan muslim namun jiwa dan perbuatannya tidak menunjukkan perilaku seperti Rasulullah Saw apakah ia layak mendapatkan ridho sang maha pencipta. Sebagai umat Islam mari kita jaga persatuan dan kesatuan Sesama bangsa karena Alquran melarang untuk bercerai berai, dalihnya.
Kendati demikian, saling menghormati, menghargai, asah, asih dan asuh terhadap satu sama lain itu sangat penting dalam kehidupan. Jangan pernah merasa paling hebat dan mulia diantara sesama, sebab itu di murka Allah SWT, Karena hidup Hanya Sekali Namun Berbuat Baik Tidak Cukup Satu Kali,” pungkas Ketua KAKI Jatim. (Kusnadi)
