Sengketa Kewarisan Berujung Ke Pengadilan, Ahli Waris Minta Penetapan Dan  Pembagian Harta Warisan

Deli Serdang,Hosnews.id- Persoalan  kewarisan keluarga Alm. Bapak Dugel dan
Almh.ibu Ngadiyah kini sedang bergulir di  Pengadilan Agama Lubuk Pakam.  Perkara ini tidak  sekadar  menyangkut  penetapan siapa yang berhak menjadi ahli waris, tetapi juga berkaitan dengan kejelasan hak atas  harta peninggalan yang disebut hingga kini belum dilakukan pembagian.

Perkara yang terdaftar dengan Nomor 3208/Pdt.G/2026/PA.Lpk tersebut diajukan oleh Sariman dan para pemohon lainnya melalui kuasa hukum dari Kantor Hukum Pelita  Konstitusi Medan.

Dalam prosesnya, para pihak meminta agar persoalan hubungan kewarisan dan hak masing-masing ahli waris diperiksa secara
terbuka  melalui  mekanisme  hukum yang berlaku di  Pengadilan Agama.

Kuasa hukum pemohon, Dongan Nauli  Siagian, S.H., M.H., didampingi Bayu  Subronto, S.H., Rabu (26/8/2026) menegaskan bahwa perkara tersebut  harus dilihat sebagai upaya memperoleh kepastian hukum atas status  ahli  waris sekaligus penyelesaian terhadap harta  peninggalan yang belum dibagi.

“Ini bukan semata-mata  persoalan  siapa ahli waris. Yang lebih penting adalah  memberikan kepastian hukum mengenai siapa yang memiliki hak dan bagaimana hak tersebut dapat diselesaikan sesuai  dengan ketentuan hukum kewarisan,” ujar Dongan.

Menurutnya, apabila terdapat pihak yang  merasa memiliki hak terhadap harta  peninggalan, seluruhnya harus diuji melalui proses pembuktian di persidangan.

“Kalau ada pihak yang mempunyai  keberatan, bantahan, atau merasa memiliki dasar hak terhadap harta warisan, silakan  disampaikan di hadapan majelis hakim.  Jangan sampai persoalan kewarisan  dibiarkan berlarut-larut  tanpa  kepastian,” tegas Dongan.

Dongan menyebut, penyelesaian melalui  pengadilan justru merupakan langkah untuk mencegah konflik kewarisan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar  dikemudian hari.

“Kami ingin persoalan ini diselesaikan secara hukum, objektif, dan berdasarkan alat bukti. Setiap pihak memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan hak dan kepentingannya di persidangan,” ucap Dongan lagi.

Pihak pemohon juga berharap proses  pemeriksaan dapat berjalan efektif,  termasuk pemeriksaan mengenai silsilah keluarga, kedudukan masing-masing ahli waris, serta harta peninggalan yang menjadi objek kewarisan.

“Prinsipnya, jangan ada hak ahli waris yang diabaikan. Tetapi pada saat yang sama, jangan pula ada pihak yang mengklaim hak tanpa dasar yang dapat dibuktikan,” ujar  Dongan.

Perkara ini diharapkan menjadi momentum untuk memberikan kepastian hukum terhadap status ahli waris dan penyelesaian pembagian harta peninggalan, sehingga persoalan yang selama ini belum tuntas  dapat diselesaikan melalui putusan  pengadilan.

Kantor Hukum Pelita Konstitusi menegaskanakan mengawal perkara tersebut sampai terdapat kepastian hukum bagi para pihak,  dengan tetap menghormati kewenangan majelis hakim dan proses pembuktian  di persidangan.

“Kami tidak mencari konflik. Kami mencari  kepastian hukum.  Hak  kewarisan  harus ditentukan  berdasarkan hukum dan  bukti, bukan  berdasarkan klaim sepihak,” pungkas Dongan N Siagian S.H.,M.H
(S.Lubis).

Baca Lainya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img