BANGKALAN, 23 Oktober 2026 – Upaya mengenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada anak usia dini terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, dosen dan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar kegiatan pengenalan alat musik tradisional Tuk-Tuk yang berasal dari Bangkalan Madura di selenggarakan diRA Al-Amien, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Angga Fitriyono, S.Pd., M.Pd., dengan melibatkan dua dosen, yakni Fikri Nazarullail S.Pd., M.Pd., dan Nova Estu Harsiwi S.Pd., M.Pd., dan dengan didampingi 3 mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura, 1.) Tsalisafah Mardhotilah 2.) Mazroatul Akhiroh 3.) Dewi Anjani
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan alat musik tradisional Madura kepada anak-anak dan guru PAUD sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.
Baca Juga : Mahasiswa UTM Sulap Jagung Jadi Susu Bergizi untuk Perempuan Desa Keleyan
Kedatangan tim pengabdian masyarakat disambut hangat oleh kepala sekolah dan para guru RA Al-Amien. Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias, terutama ketika anak-anak mulai diperkenalkan dengan alat musik Tuk-Tuk yang memiliki karakter bunyi khas dan menjadi salah satu bentuk kekayaan seni musik tradisional Madura.

Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya memberikan pengenalan mengenai alat musik Tuk-Tuk, tetapi juga mengajak anak-anak untuk mencoba memainkannya secara langsung. Seluruh anak diberikan kesempatan untuk merasakan pengalaman memainkan alat musik tersebut secara bergantian. Kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan dunia anak.
Antusiasme juga terlihat dari para guru yang turut mencoba memainkan alat musik Tuk-Tuk. Keterlibatan guru dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman baru sekaligus mendorong pemanfaatan alat musik tradisional sebagai media pembelajaran yang kreatif di lembaga PAUD.
Selain praktik bermain musik, tim pengabdian masyarakat juga menayangkan video yang telah dipersiapkan sebelumnya. Video tersebut menampilkan permainan musik Tuk-Tuk yang diiringi vokal dari tim mahasiswa dengan membawakan lagu anak-anak yang familiar dan disukai oleh anak usia dini. Melalui tayangan tersebut, anak-anak dan guru dapat melihat contoh perpaduan alat musik tradisional dengan lagu yang dekat dengan keseharian mereka.
Baca Juga : Bahaya Fast Food Diingatkan Sejak Dini, Mahasiswa UTM Dorong Anak Keleyan Konsumsi Pangan Lokal
Ketua tim pengabdian masyarakat, Angga Fitriyono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan budaya lokal kepada anak sejak dini melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
“[Masukkan kutipan langsung dari Bapak Angga Fitriyono mengenai tujuan dan harapan kegiatan pengabdian masyarakat ini],” ungkapnya.
Sementara itu, pihak RA Al-Amien menyambut baik kegiatan tersebut. Kepala sekolah Nora Kamariya, S.Pd. menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim pengabdian masyarakat yang telah memberikan pengalaman baru bagi anak-anak dan guru dalam mengenal alat musik tradisional Madura.

Adapun guru-guru RA Al-Amien yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu Darlis Agustini, S.Pd.I. , Yunie Fitrianingsih, S.Pd. , Titin Fatinah, S.Pd. dan Evi Susilawati, S.E.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian masyarakat berharap alat musik Tuk-Tuk dapat semakin dikenal oleh generasi muda, khususnya anak usia dini. Pengenalan budaya melalui kegiatan bermain musik diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Madura sekaligus menjadi inspirasi bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan berbasis kearifan lokal.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara tim pengabdian masyarakat, kepala sekolah, guru, dan anak-anak RA Al-Amien sebagai bentuk kebersamaan serta kenangan atas terlaksananya kegiatan pengenalan alat musik tradisional Tuk-Tuk Madura.
