BANGKALAN – Moh Hosen Aktivis Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) menilai kinerja Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmuno profesional dalam memberantas tindak pidana kriminal, Begal atau Perampok, Pencurian, Judi Online, Sabung Ayam dan memberantas peredaran narkoba maupun minuman keras,” kata Hosen KAKI,” Rabu (2/04/2025).
Namun kinerja AKBP Hendro Sukmuno dianggap berlawanan dengan kaum blateran yang kinerjanya tidak seperti pejabat pemerintah, dalam artian berangkat jam 7 pulang 4 Sore. Menyikapi Sosok Kapolres pemberani ini, banyak kalangan elemen masyarakat tidak sejalan bahkan menginginkan Kapolres Bangkalan ini dimutasi," papar Hosen KAKI.
“Menurut informasi yang beredar, bahwa Kapolres AKBP Hendro Sukmuno diprediksi tidak akan bertahan lama menjabat sebagai Kapolres Bangkalan, lantaran dinilai tidak tahu situasi kondisi, cuwek dan maunya sendiri dalam bermasyarakat. Inilah yang membuat masyarakat meminta pihak Mabes Polri untuk segera menggantinya,” tutur Hosen KAKI mendapat keluhan.
Masyarakat Bangkalan membandingkan dengan Kapolres AKBP Febri Isman Jaya bahwa ia lebih ramah tamah dan mau bersinergi dengan warga kabupaten Bangkalan daripada Kapolres AKBP Hendro Sukmuno. Apakah mungkin Mabes Polri bakal memutasi Kapolres yang baru menjabat sejak Januari sampai masuk bulan April 2025 ini," ucap Hosen KAKI.
Hosen KAKI mengatakan bahwa AKBP Hendro Sukomomo menjadi Kapolres Bangkalan menggantikan AKBP Febri Isman Jaya (14/01/2025), sebelumnya ia menjabat sebagai Kapolres Sampang selama 6 bulan pada tahun 2024. Apakah masa jabatannya di Polres Bangkalan tidak jauh beda alias tidak akan bertahan sampai satu tahun.
“Perlu diketahui, Hendro Sukmono merupakan salah satu Polisi pilihan sehingga diangkat menjadi Kapolres . Ia Pria kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, itu telah banyak mengungkap kasus besar. Mulai dari kasus kopi sianida Jessica Kumolo Wongso (2016), hingga kasus penyebaran berita bohong Ratna Serumpet (2018).
Kemudian saat bertugas di Polda Jatim, AKBP Hendro juga menangani tragedi Kanjuruhan Malang (2022) sebagai penyidik, yang menewaskan ratusan suporter sepak bola. Serta, kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian Dini Sera Afrianti, dengan pelaku putra dari anggota DPR RI.
Selanjutnya ketika menjadi Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono mampu menumpas judi online, bahkan pernah menangkap bandar judi slot yang beromzet Rp1 miliar per bulan.
Sedangkan selama 6 bulan menjabat Kapolres Sampang berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), ini merupakan kinerja patut diapresiasi oleh masyarakat karena sudah menunjukkan sebagai Aparat Penegak Hukum sesuai pasal 13 UU Nomor 2 Tahun 2002,” pungkasnya. (Kusnadi)
