SURABAYA – Aliansi Madura Perantau (AMP) merupakan organisasi masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan budaya dalam menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah guna untuk mendapatkan keadilan dan kesejahteraan yang setara sesuai ketentuan undang-undang dasar 1945.
Koordinator Lapangan (Korlap) Slamet mengundang Moh Hosen Ketua KAKI Jatim memberikan pencerahan dalam musyawarah dan sosialisasi pengukuhan pengurus Aliansi Madura Perantau (AMP) untuk mencari pengganti ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Almarhum H Nawadi didampingi Holili,” Sabtu (9/08/2025) malam.
Acara kegiatan Musyawarah dan Sosialisasi dihadiri oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), DPD DPC Aliansi Madura Perantau (Surabaya-Madura) diantaranya Ketua dan Wakil Ketua, Sekjend, Bendahara bahkan salah satu pendiri AMP ikut semangat dalam urun Rembuk untuk pembentukan Ketua Umum Baru yang Profesional dan berkualitas.
Pengukuhan ini didukung langsung oleh orang nomor satu di Surabaya, yaitu Eri Cahyadi Walikota Surabaya dan mantan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang juga mantan Wali kota Surabaya. Keduanya meminta supaya Aliansi Madura Perantau (AMP) tetap aktif membangun solidaritas dan seiring dengan pemerintah untuk kepentingan khalayak masyarakat.
Moh Hosen Ketua KAKI Jatim yang juga Anggota AMP menyampaikan bahwa dalam organisasi butuh Kekompakan dan kepedulian terhadap masyarakat. Sebab besarnya organisasi bukan karena besarnya namanya melainkan besar manfaatnya, sehingga pokok tujuan dalam keorganisasian tersebut terwujud,” ungkap Ketua Pegiat Antikorupsi KAKI Jatim.
Hadirnya Organisasi Masyarakat Aliansi Madura Perantau (AMP) tidak lain bertujuan untuk:
- Menyalurkan aspirasi
menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, dan ide-ide mereka kepada pemerintah atau pihak terkait.
Mewujudkan kesejahteraan sosial berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, seperti penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan sosial.
Memelihara persatuan dan kesatuan berperan dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan antarwarga masyarakat, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Meningkatkan partisipasi dengan mendorong masyarakat untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pengambilan keputusan. (Rofi’i)
