BANGKALAN – Surabaya merupakan kota nomor 2 terbesar di Indonesia setelah Kota Jakarta, pada 31 Mei 2023 Kota Surabaya berulang tahun yang ke-730. Berbagai pencapaian telah diraih ibu kota Jawa Timur tersebut di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi.
Selama memimpin Surabaya, Eri Cahyadi menekankan pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Surabaya yang unggul. Eri tak ingin banyak membangun bangunan monumental, namun pada akhirnya tak bermanfaat bagi masyarakat Kota Pahlawan.
Saya tidak ingin membangun fisik tetapi tidak bisa membangun manusianya. Saya tidak ingin membangun bangunan monumental, tapi tidak ada manfaatnya,” terang Eri Cahyadi.
Dengan maksud, andai dirinya tak terpilih lagi jadi wali kota, Eri ingin masyarakat Surabaya bisa mandiri secara ekonomi. Jika Eri sukses membangun SDM, maka masyarakat akan merasakan hasilnya siapapun wali kota yang akan memimpin pada masa yang akan datang.
“Dalam artian, saya membangun ketika masyarakat Surabaya tahu mendapatkan hasilnya, itu akan tahu kalau wali kota berganti tidak teruskan lagi, maka ekonomi ini berhenti. Selesai sudah,” ucap Eri.
Eri menambahkan, dia tak ingin sekadar membangun bangunan fisik. Kalaupun memang iya, dia ingin bangunan fisik itu tetap punya dampak untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
“Setiap saya bangun bangunan, saya sampaikan ke temen-temen, masyarakat juga tahu. Membangun taman, bangun gedung, bangun apapun, harus ada impact-nya terhadap ekonomi dan kesejahteraan warga naik,” tegas Eri.
Karena itulah saya selalu mengatakan ke teman-teman, saya tidak ingin bangun sesuatu yang monumental tapi SDM tidak bisa selesai,” sambungnya.
Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu lantas mencontohkan masalah warga Surabaya yang buang air besar sembarangan (BAB). Menurutnya, masalah itu laten dan sampai sekarang tidak pernah 100% tuntas.
“Mulai dari awal menjabat, saya bilang sama temen-teman, ‘ayo duduk bareng!’. Bayangin, Surabaya ini punya uang triliunan, kenapa kok masih ada rumah yang tidak layak huni? Kenapa masih ada kampung yang gelap? Kenapa masih ada BAB sembarangan? Karena mereka nggak punya jamban, karena mereka orang miskin. Sudah,” ujar Eri, Rabu (31/05/2023).
Akhirnya saya buat, hitung berapa kebutuhan jamban. Berapa kebutuhan rumah tidak layak huni, kita habisin dulu dengan anggaran kita,” lanjutnya.
Eri Cahyadi menegaskan Surabaya sedang bergerak menuju kota sehat. WHO juga telah datang untuk meninjau permasalahan yang ada di Surabaya. Eri yakin, seiring dengan pembangunan SDM, permasalahan seperti BAB sembarangan itu bisa dituntaskan.
Sebelumnya (WHO) juga tidak percaya 1 tahun bisa selesai. Ternyata anggaran kita itu kelihatan kok. Jadi kalau kita mau lihat, oh ini mau dihantamkan ke kemiskinan, anggaran kita berapa? Orang miskin berapa? Berapa terserap? Dia mendapatkan pendapatan berapa? Itu kelihatan sebenarnya.
“Menyikapi keberhasilan Walikota Surabaya Eri Cahyadi, R Zainal Fatah ketua DPD Madas Jatim menyampaikan, berkat keberhasilan memimpin Pemerintah kota eri Cahyadi, S.T.M.T Layaknya jadi Gubernur di tahun 2024.
Zainal Fatah Menilai Kinerja Walikota Surabaya sangat tegas dan luar biasa dalam memimpin kota wilayah Surabaya Jawa Timur. MADAS DPD JATIM siap berkoalisi dengan Pemerintah dalam menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan dan kesatuan NKRI.
Kami mendukung arahan pernyataan Eri Cahyadi paska di sentil komisi pemberantasan Korupsi (KAKI) soal dugaan ada penyimpangan di Pemkot Surabaya, bahwa sebagai pejabat negara tidak boleh melakukan pungutan liar (Pungli) karena itu perbuatan dosa.
DPD Madas Jatim tidak segan-segan akan melaporkan oknum pejabat pelawan hukum, baik mengenai korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) kepihak Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian dan Kejaksaan Republik Indonesia demi pemerintah kota Surabaya yang bersih dari perbuatan dosa sebagaimana disampaikan Walikota Eri Cahyadi,” ungkap Zainal Fatah, Kamis 1 Juni 2023.
Selamat Ulang Tahun Kota Surabaya Ke-730!
Penulis: Timhos
