Ketua KAKI DPW Jatim Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin

SURABAYA – Setelah menjalani puasa dalam satu bulan penuh Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran Idul Fitri 2026 1 Syawal 1447 H Jatuh 21 Maret 2026, sesuai hasil Sidang Isbat sebagaimana yang dinanti nanti umat muslim khususnya Nahdhatul Ulama (NU) di Negara Republik Indonesia.

Idul Fitri merupakan momen puncak kebahagiaan dan kemenangan spiritual bagi umat Muslim setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan. Hari raya ini disemarakkan dengan salat Id, zakat fitrah, silaturahmi, dan saling memaafkan untuk kembali ke fitrah (suci) serta mempererat solidaritas sosial.

Dalam kesempatan ini, Moh Hosen Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur mengucapkan selamat hari raya idul Fitri 1447 H atau 2026 M. Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin karena manusia tidak lepas dari sifat lupa dan dosa dalam menjalani kehidupan, ujar Ketua KAKI Jatim, Jumat (20/03/2026).

    Sejatinya manusia adalah makhluk yang tidak luput dari salah, lupa, dan dosa ( اَلْإِنْسَانُ مَحَلُّ الْخَطَأِ وَالنِّسْيَانِ). Karena kesalahan merupakan bagian dari fitrah kemanusiaan, namun sebaik-baik manusia mereka yang segera bertaubat, mengakui kesalahan, dan memperbaikinya," papar Ketua KAKI Jatim.

Menurut ulama sufi, hari raya bukanlah sekadar perayaan lahiriah atau pakaian baru, melainkan momen kembalinya jiwa pada kesucian fitrah (kepada Allah), hati yang bersih dari selain Allah (makrifat), serta kebebasan dari penjara hawa nafsu.

Perspektif ulama sufi memaknai bahwa Hari Raya Idul Fitri sebagai bentuk kembalinya jiwa pada kesucian (fitrah) setelah sebulan penuh menyucikan diri dari kotoran dosa, sehingga hati menjadi jernih.

Hari raya yang sebenarnya saat qalbu (hati) menghadirkan diri sepenuhnya kepada Allah, di mana jiwa merasa tenang, damai, dan merasakan sambutan kasih sayang Allah.

Hari raya juga disebut setiap hari tanpa dosa dan sebagian ulama sufi (merujuk pada pandangan Sayyidina Ali) memandang bahwa “setiap hari di mana seseorang tidak berbuat dosa dan maksiat, itulah hari raya.

Maka dari itu, sebagai hamba Allah SWT yang baik dan taat akan perintahnya harus saling memaafkan satu sama lain, karena hidup ini hanya sementara sedangkan akhirnya selamanya. Dalam artian, hidup hanya sekali namun berbuat baik tidak cukup satu kali, itulah kehidupan sesungguhnya, tutur Hosen KAKI Jatim. (Kusnadi)

Baca Lainya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img