BANGKALAN – Dari tahun ketahun Pilkada Bangkalan selalu seru bahkan menjelang pemilihan bupati (pilbup) 2024 ini tak kalah heboh. Pasalnya banyak kandidat baru bermunculan dan bahkan ada salah satu kandidat Pilkada Bangkalan sampai berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelang pendaftaran sebagai calon bupati pada bulan Agustus 2024.
Diketahui setelah pemilihan presiden dan pemilihan legislatif, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 secara serentak di Indonesia. Pilkada sendiri dilaksanakan untuk memilih kepala daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Pilkada diatur berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi UU. Pelaksanaan Pilkada diatur Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dibantu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Selanjutnya Tahapan Pilkada 2024 tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota pada 27 November 2024.
Menyikapi Pilkada Bangkalan 27 November 2024 yang semakin seru, M. Makmur, SE Wakil Ketua Asosiasi Kepala Desa Se-kabupaten Bangkalan mendukung Prof H Arief Mulya Edie Maju di pilkada untuk menjadi Bupati Bangkalan Karena selama beliau menjabat sebagai PJ Bupati Bangkalan dinilai telah sukses dan berhasil menata kota membangun desa.
Diketahui PJ Prof H Arief Mulya Edie telah berhasil membangun Jalan kabupaten yang selama ini dikeluhkan khalayak masyarakat sudah terpenuhi meskipun secara bertahap atas kegigihan PJ Bupati Bangkalan bekerjasama dengan pemerintah pusat maupun Provinsi dan hampir siang malam tidak mengenal lelah dalam memperjuangkan hak masyarakat,” Kata Makmur, Ahad (04/08/2024).
Prof H Arief Mulya Edie pejabat yang humanis santun berakhlakul karimah dalam bermasyarakat dan tidak membedakan antara yang satu dengan yang lain sehingga banyak digemari berbagai elemen sampai sampai menjadi dukungan untuk menjadi Bupati Bangkalan.
Ia merupakan pejabat yang humanis santun berakhlakul karimah dalam bermasyarakat dan tidak membedakan antara yang satu dengan yang lain sehingga banyak digemari berbagai elemen sampai sampai menjadi dukungan untuk menjadi Bupati Bangkalan,” sambungnya.
Kami berharap persaudaraan kepada seluruh kepala Desa Se-kabupaten Bangkalan maupun tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat Bangkalan mendukung dan memilih Prof H Arief Mulya Edie, M.S.i untuk menjadi Bupati Bangkalan melanjutkan tugasnya dalam membangun pemerintahan Daerah kabupaten Bangkalan yang lebih baik,” ungkap Makmur pada media.
“Sebelumnya, Prof H Arief Mulya Edi, M.S.i menyatakan bersedia maju di Pilkada Bangkalan, asalkan ada partai politik yang mau mengusung dirinya sebagai bakal calon bupati. Kendati demikian, Prof H Arief tidak yakin ada partai yang mau mencalonkan dirinya. “Partai politik mana yang mau mencalonkan saya untuk berkontestasi di Pilkada Bangkalan,” kata Prof H Arief dengan nada santun.
Walaupun ada partai yang memberikan rekomendasi untuk maju di Pilkada Bangkalan, Prof H Arief Mulya Edie menegaskan dirinya harus minta izin dulu kepada Menteri Dalam Negeri dan Presiden Joko Widodo. Jikalau ada yang melamar, saya minta izin kepada yang punya. Saya yang punya kan Presiden dan Menteri Dalam Negeri,” pungkasnya.
Penulis: Hosnews
