BANGKALAN – Polemik hancurnya jalan raya Provinsi di kabupaten Bangkalan bukan rahasia umum lagi melainkan sudah ramai di warung kopi dan tempat cangkruan yang berada di Bangkalan. Namun semua itu di informasikan terkendala dari minimnya anggaran pemerintah.
Seharusnya pemerintah mengepankan kepentingan Infastruktur jalan raya, baik provinsi maupun kabupaten dan desa Karena bagaimanapun kesehatan dan keselamatan para pengendara itu penting untuk di Proritaskan.
Masyarakat tidak pernah minta muluk-muluk kepada pemerintah dalam segi bantuan Sosial (Bansos) yang sudah disediakan dan ditentukan oleh pemerintah pusat maupun daerah dalam berbagi kebutuhan sembilan bahan pokok, Rabu (03/05/2023).
Seperti diketahui, bahwa Moh Bardi Calon Kapala Desa Tanjung Jati Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan, antusias dengan kondisi jalan Provinsi yang berada di wilayah Tanjung Jati Kamal dengan melakukan perbaikan jalan raya tidak lain untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat yang melintas di Wilayah tersebut.

Adapun anggaran perbaikan yang dipakai adalah Dana pribadi tanpa ada sumbangsih dari pihak menapun. Ini menunjukkan bentuk kepedulian seorang pemimpin terhadap rakyatnya dan ini perlu dicontoh oleh para pemimpin maupun para dermawan dalam kehidupan.
Disoal perbaikan jalan gunakan anggaran pribadi, Moh Bardi menyampaikan, bahwa ini merupakan kepedulian terhadap sesama, kalau kita rajin berbuat kebaikan, tentunya akan mendapatkan kebaikan dari Allah SWT dan hambanya.
“Bagi kami mencegah lebih baik daripada mengobati, dalam artian jangan menunggu Korban berjatuhan untuk memperbaiki jalan yang rusak. Dan ini merupakan sebuah ibadah mungkin bisa di kategorikan Amal jariyah selama perbaikan ini bermanfaat bagi khalayak masyarakat.
Kami berharap Masyarakat tanjung jati kecamatan kamal tetap kompak dalam melakukan kebaikan dan bersatu padu membangun desa lebih baik demi kemaslahatan bersama. Karena kebersamaan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara,” Ungkap Moh Bardi Pada Media Hosnews saat di konfirmasi.
Penulis: Abdul Hamid
