JAKARTA – Polemik kurang sedap dilakukan oleh Nur Arifin Direktur Jenderal Bina Umrah dan Haji Khusus yakni memberikan harapan palsu kepada Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren ABUYEH HASANAINI Dsn Konir Desa Jatisari Kecamatan Arjasari Kebupaten Situbondo.
Adapun jumlah masyarakat yang diajukan sekitar 88 jemaah umroh di Kab.Situbondo dan Kab. Bondowoso.
Kementerian agama republik Indonesia Direktorat Jendral penyelenggaraan Haji dan umrah mengirim Surat Tembusan kepada Yayasan Pondok Pesantren ABUYEH HASANAINI Dengan nomor B10.17/Dj./Dt.II.IV/Hj.09/11/2022 dengan alasan tidak memiliki anggaran memberangkatkan masyarakat melakukan ibadah umrah.
Pasalnya pihak kementerian agama kabupaten Republik Indonesia memberikan peluang kepada Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren ABUYEH HASANAINI dengan Memberangkatkan umrah sejumlah penduduk desa Arjasari Kebupaten Situbondo secara gratis sesuai pengajuan surat nomor 04/YPP.AH.JA/2022 tanggal 27 Januari 2022 perihal permohonan pemberangkatan umrah.
Namun persoalan pemberangkatan umrah dimaksud sampai sekarang belum ada pembuktian dari pihak kementerian agama republik Indonesia. Apakah kementerian agama republik Indonesia mengajarkan kebohongan Kepada Masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Situbondo Jawa Timur.
Abu Hasan sebagai pimpinan Yayasan Pondok Pesantren ABUYEH HASANAINI Kabupaten Situbondo merasa kecewa dengan kinerja kementerian agama republik Indonesia. Mengingat permohonan sesuai surat yang masuk pada kementerian agama republik Indonesia merupakan harapan masyarakat yang luar biasa dalam kehidupan menuju Baitullah.
Saya Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren ABUYEH HASANAINI Kabupaten Situbondo merasa kecewa dengan kementerian agama karena Terindikasi telah membohongi kami dengan memberi harapan palsu terhadap masyarakat. Jika sekiranya tidak bisa memberangkatkan masyarakat melakukan ibadah umrah secara gratis janganlah Kementerian agama memberikan harapan.
Sebagai Warganegara Indonesia Kami Kecewa Kepada Bapak Nur Arifin Direktur Jenderal Bina Umrah dan Haji Khusus Pada Kementerian agama Republik Indonesia. Kami berharap bapak Yaqut Cholil Qoumas Menteri Agama Republik Indonesia untuk menonaktifkan Direktur Jenderal Bina Umrah dan Haji Khusus, karena tidak Sepantasnya bidang Keagamaan melakukan janji palsu kecuali bidang politik itu masih wajar,” Ungkap Abu Hasan, Jumat 17 Maret 2023.
Disoal pemberangkatan umrah, Nur Arifin Direktur Jenderal Bina Umrah dan Haji Khusus menanggapi; Wass. Wr. Wb. Bisakah kami diberi informasi ttg hal ini?
Sebaiknya Mas juga minta proposal dari Yayasan tersebut agar permasalahan ini dpt dipahami secara utuh.
Waktu itu pimpinan Yayasan datang ke kantor kami menyampaikan proposal permohonan agar dapat diberangkatkan umrah secara gratis.
Maka, sebagaimana surat jawaban kami, kami sampaikan bahwa pemberangkatan umrah dilakukan oleh PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah),” terangnya, Jumat 17 Maret 2023.
Penulis : Hosnews
