SURABAYA – Doa adalah senjata orang mukmin yang berarti alat paling ampuh untuk memohon pertolongan, perlindungan, dan kekuatan dari Allah SWT dalam menghadapi segala kesulitan, bencana, maupun rintangan hidup. Karena dengan doa dapat menghubungkan hamba dengan Allah dan menjadi perisai dari musibah.
Menyikapi Situasi dan Kondisi Dunia yang sudah tua ini, Moh Hosen Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur memanjatkan doa memohon kepada Allah SWT sebagai bentuk pengakuan ketergantungan manusia yang lemah kepada sang maha pencipta:
اللَّهُمَّ آمِنَّا فِى أَوْطَانِنَا وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا
“Ya Allah, berikanlah keamanan di tanah air kami dan jadikanlah negeri ini aman.
اللَّهُمَّ أَدِمِ الأَمْنَ وَالأَمَانَ عَلَى بِلَادِنَا وَبِلَادِ المُسْلِمِينَ
“Ya Allah, jadikanlah keamanan dan kedamaian senantiasa ada di negara kami dan negara kaum muslimin.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ
“Ya Allah, jadikanlah (negeri ini) negeri yang aman, dan berilah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya.
اللَّهُمَّ أَدِمِ الأَمْنَ وَالأَمَانَ عَلَى بِلَادِنَا وَبِلَادِ المُسْلِمِينَ
“Ya Allah, jadikanlah keamanan dan kedamaian senantiasa ada di negara kami dan negara kaum muslimin.
Semoga seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada selalu diberikan kesehatan kesuksesan keberkahan keselamatan dilancarkan rizkinya dan dilindungi Allah SWT," ujar Moh Hosen Ketua KAKI Jatim, Rabu (04/03/2026).
“Disebutkan dalam Al-Mustadrak Al-Hakim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أُدْعُو اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِالاِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ
“Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan doa kalian terkabul. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan tidak serius.” [HR. Al-Hakim, 1:493].
“Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam kitab Shahih-nya, dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الدُّعَاءُ سِلاَحُ المُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّيْنِ وَنُوْرُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ
“Doa adalah senjata kaum mukminin dan merupakan tiang agama, serta cahaya langit dan bumi.
“Disebutkan juga dalam kitab yang sama, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللهِ بِالدُّعَاءِ
“Doa akan memberikan manfaat terhadap apa yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Maka hendaklah kalian semua berdoa, wahai hamba-hamba Allah.” (HR. Al-Hakim, 1:493 dalam Al-Mustadrak).
“Masih dalam kitab yang sama, yaitu dari Tsauban, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَرُدُّ القَدَرَ اِلاَّ الدُّعَاءُ وَلاَ يَزِيْدُ فِي العُمْرِ اِلاَّ البِِرّ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ
“Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Tidak ada yang bisa menambah usia kecuali kebajikan. Sungguh, seseorang benar-benar akan terhalang dari rezekinya karena doa yang telah ia kerjakan.” (HR. Al-Mustadrak, 1:493). (Kusnadi)
