SURABAYA – Jumat Agung merupakan hari suci umat Kristiani untuk memperingati penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Bukit Golgota.
Momen ini dimaknai sebagai pengorbanan agung Yesus untuk menebus dosa manusia. Ini merupakan bagian dari Pekan Suci yang fokus pada refleksi kasih, pengampunan, dan ketulusan.
Jumat Agung yang jatuh pada 3 April 2026 diperingati sebagai bentuk mengenang peristiwa penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus yang merupakan sejarah penting.
“Di hari Jumat Agung ini, kita diingatkan akan kasih yang begitu besar. Kasih yang rela berkorban demi keselamatan kita semua. Semoga hati kita dilembutkan untuk lebih mencintai sesama.
Tuhan, tuntun langkah kami dalam hidup penuh makna dan harapan,” tutur AKP Adik Agus Putrawan,SH,MH Kasatresnarkoba Polres Tanjung Perak.
Kasat Narkoba AKP Adik Agus Putrawan tak henti-hentinya – Hentinya menghimbau mengenai bahaya narkotika jenis sabu-sabu demi keselamatan bangsa dan negara.
Menurutnya, sabu atau metamfetamin merupakan stimulan sistem saraf pusat yang sangat adiktif dan berbahaya, dengan dampak kerusakan fisik dan mental yang bisa bersifat permanen serta meningkatkan risiko kematian.
“Penggunaan sabu dapat menyebabkan kerusakaĺn otak dan gangguan mental secara permanen, menurunkan konsentrasi dan daya ingat, memicu paranoid, halusinasi, perilaku agresif, psikosis, hingga gangguan tidur akut atau insomnia parah,” tegasnya.
“Jumat Agung bukan hanya tentang kesedihan, tapi juga harapan. Harapan akan kasih yang mengubahkan hidup. Semoga kita belajar mengampuni dan mencintai seperti Dia. Hidup dalam kerendahan hati setiap manusia,” pungkasnya pada awak Media. (D3A)
