Bukan Judi! Domino Cup IPNU-IPPNU Bangkalan Panaskan Adu Strategi, KONI Bidik Porprov 2027

BANGKALAN – Olahraga domino semakin menunjukkan eksistensinya sebagai cabang olahraga prestasi. Sebanyak 32 tim mengikuti Open Turnamen Domino Cup IPNU-IPPNU Kabupaten Bangkalan dalam rangka Festival Pelajar di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/10/2026).

Peserta yang berasal dari kalangan pelajar dan umum berusia di bawah 25 tahun tersebut beradu strategi dan konsentrasi untuk memperebutkan gelar juara. Turnamen ini sekaligus menjadi upaya mengenalkan domino sebagai olahraga yang mengedepankan kecerdasan, sportivitas, dan persaudaraan.

Ketua PC IPNU Kabupaten Bangkalan, Muhammad Osman, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendorong minat pelajar terhadap olahraga domino sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet muda berprestasi.

“Domino adalah olahraga, bukan perjudian! Mari kita jadikan olahraga ini sebagai wadah untuk mengembangkan potensi diri, mempererat persaudaraan, dan meraih prestasi,” tegas Osman.

Dukungan terhadap perkembangan olahraga domino juga disampaikan Ketua KONI Kabupaten Bangkalan, Tajul Anwar. Ia menyebut domino direncanakan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027 di Surabaya.

Menurut Tajul, atlet yang ingin mengikuti pembinaan perlu memenuhi persyaratan usia serta bergabung dengan klub ORADO agar dapat dipersiapkan secara terarah.

“Kami pastikan olahraga domino ini akan dipertandingkan di Porprov. Saya yakin olahraga domino di bawah naungan ORADO akan berkembang pesat, khususnya di Bangkalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang ORADO Kabupaten Bangkalan, Helmi Fuad, menegaskan bahwa pengakuan PB ORADO sebagai anggota KONI Pusat pada 2026 menjadi momentum penting untuk mengembangkan domino sebagai olahraga prestasi nasional.

Helmi menilai, domino tidak seharusnya hanya dipandang sebagai permainan yang identik dengan warung kopi. Melalui pembinaan dan kompetisi resmi, domino dapat menjadi olahraga yang mengasah kecerdasan, konsentrasi, kedisiplinan, dan sportivitas.

“Perlu kita tegaskan bersama, olahraga domino bukanlah perjudian. Tidak boleh ada taruhan uang maupun praktik perjudian dalam bentuk apa pun. Yang kita bangun adalah kompetisi yang sehat, berintegritas, dan berorientasi pada prestasi,” tegasnya.

Persaingan 32 tim tersebut akhirnya mengantarkan tim When Ya yang diperkuat Ali dan Imunk sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Holil dan Fauzan, juara ketiga ditempati Taufik dan Jay dari tim Pemula, sedangkan juara keempat diraih Khoirol dan Alex dari tim PCY.

Ali, perwakilan tim juara pertama, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menguji kemampuan, tetapi juga mempererat hubungan antarpeserta.

“Saya sangat senang bisa mengikuti perlombaan domino ini. Kegiatan ini membuat kami bisa berkumpul dan melatih kemampuan bermain. Terima kasih kepada IPNU dan ORADO Bangkalan,” ujarnya.

Turnamen ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pembinaan atlet domino di Bangkalan. Dengan dukungan organisasi, kompetisi yang sehat, dan keterlibatan generasi muda, domino diharapkan mampu berkembang menjadi cabang olahraga prestasi yang membawa nama Bangkalan ke tingkat provinsi.

Baca Lainya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img