BANGKALAN – Belakangan ini tersebar berita bahwa Dinas Kesehatan Bangkalan diduga menerima pungutan untuk mempermudah pengurusan Sertifikat Laik Higien Sanitasi (SLHS) dan pelatihan penjamah makanan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pasalnya permintaan uang tersebut berjumlah jutaan rupiah yang diperuntukkan untuk mempermudah kepengurusan administrasi Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat dikemas melalui Bimtek (bimbingan teknis) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dikutip dari Mediajatim.com Salah seorang pemilik SPPG di Kecamatan Kota Bangkalan berinisial I mengatakan, penerbitan SLHS untuk dapur MBG-nya diduga diperlambat oleh Dinkes akibat tidak membayar sejumlah uang.
“Pemilik SPPG tersebut menceritakan, ketika saya menghubungi teman yang juga memiliki SPPG, dia menyarankan membayar Rp2 juta agar pengurusan SLHS-nya dipermudah oleh Dinkes Bangkalan,” ungkapnya, Kamis (21/5/2026).
Menyikapi hal ini, Moh Hosen Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur menegaskan bahwa tudingan Dinas Kesehatan Bangkalan menerima uang jutaan dalam kepengurusan SLHS SPPG itu salah persepsi, dan tidak ada kaitannya dengan Kadinkes Nunuk Kristiani maupun Kabid Kesmas dr Yulia Kartika," kata Hosen KAKI, Sabtu (23/5/2026).
Selamat SPPG di Bangkalan berdiri tidak sedikit kepala pengelola MBG berkoordinasi dengan pegiat Antikorupsi KAKI Jatim, diantaranya SPPG Ibnu Dahlan Konang Bangkalan. Ia mendapatkan SLHS dan Piagam sesuai hasil Bimtek tidak dipungut uang sepeserpun oleh pihak Dinas Kesehatan Bangkalan,” papar Hosen KAKI.
Kalau ada pengelola SPPG dalam kepengurusan memberikan sejumlah nominal untuk mempermudah mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) silahkan koordinasi dengan orang yang menerima uang sebagai bentuk pertanggungjawaban mengenai hal dimaksud supaya tidak ada kesalahpahaman,” tuturnya
Hosen KAKI menambahkan manakala Pengelola SPPG belum mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau Piagam pengurus MBG, silahkan koordinasi dengan baik kepada pihak yang membidangi, karena Dinkes Bangkalan terbuka untuk seluruh masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” pungkasnya. (Kusnadi)
