Kapoldasu Diminta Tuntaskan Kasus Penganiayaan Diduga Mengendap di Polres Toba Samosir

Toba, Hosnews.id- May Tambunan (52 Thn) warga Pasar Tambunan Desa Lumban Pea
Kecamatan Balige Kabupaten Toba merasa didiskriminasi oleh pihak Reskrim Polres Toba terkait status tersangka yang disandangnya atas laporan saudara kandungnya bernama Ramses Tambunan dengan laporan polisi nomor : LP/B/191/V/2024/SPKT/POLRES TOBA/POLDA SUMUT tanggal 6 Mei 2024 atas nama pelapor Ramses Tambunan.

Hal ini disampaikan May Tambunan kepada awak media, Selasa (10/9/2024) di Polres Toba saat dia wajib lapor setiap hari Selasa dan Kamis.

Dijelaskan May, bahwasanya apa yang dilaporkan saudara saya Ramses Tambunan itu tidak benar sama sekali, karena saya sama sekali tidak ada melakukan penganiayaan terhadap dirinya,” ujar May.

Ditambahkan May, kejadian yang sesungguhnya adalah, ” sebelum terjadi pertengkaran adu mulut dengan si Ramses Tambunan pada hari Senin tanggal 6 Mei 2024, saya bicara dengan Ramses Tambunan. baik-baik di dalam kilang padi ” Tolonglah stop dulu kilang ini,karena kalian tidak memikirkan biaya arus listrik dan pajak yang saya bayar selama ini, sementara hasilnya kalian yang menikmati, namun Ramses menjawab,” Awas dulu,aku mau kerja”.

Lantas saya menghalanginya sembari berkata ‘ Kalau mau kerja di rumahmu,ngapai di rumah kami”. Namun Ramses Tambunan tetap berkeras untuk menjalankan kilang padi tersebut. Tak lama kemudian datang lagi abang saya bernama Nikson Tambunan dan mengancam saya sambil berteriak ” Keluar kau, kumatikan kau nanti !!! ” ucap Nikson.

‘ Karena suasana semakin memanas, dan
anak-anak saya yang masih kecil-kecil
menangis dan menjerit ketakutan, saya
lantas disuruh masuk sama isteri saya ke dalam rumah. Tapi sebelum masuk ke rumah,saya dihampiri si Ramses Tambunan dan Ramses mengatakan ” Lihat tanganku ini,sudah terluka, kupenjarakan kau nanti ,”sembari menunjukkan tangannya ada sedikit goresan kecil seperti ditusuk jarum.

“Saya heran, karena saya tidak ada memegang tangannya, atau melakukan pemukulan ataupun dorongan kepadanya, kok ada luka seperti ditusuk jarum? saya bilang sama Ramses “laporkan aja.” karena saya tidak merasa melakukan yang dituduhkannya sampai akhirnya beberapa hari kemudian saya mendapat surat panggilan wawancara dari Polres Toba.

Perlu saya sampaikan disini, bahwa kami
berperkara sejak tahun 2018, abang dan
kakak-kakak saya menggugat dan menggiring saya ke ranah hukum, sampai akhirnya pada tanggal 12 Januari 2024 Pengadilan Tata Usaha Negara menolak gugatan para penggugat dengan Nomor : 76/G/2022/PTUN.MDN dan saya menang.

” Karena tidak terima dengan putusan PTUN
abang dan kakak-kakak saya tersebut pada tanggal 31 Januari 2023 melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan, lagi-lagi banding mereka ditolak dan Pengadilan Tinggi menguatkan Putusan PTUN Medan dengan putusan Nomor 76/G/2022/ PTUN.MDN,” ujar May.

“Sebenarnya cara-cara kotor dan licik yang dibuat abang-abang dan kakak-kakak saya bukan hanya kali ini saja. Pernah yang paling sadis ketika abang saya Harrison Tambunan mau membunuh saya dengan dengan pisau, namun dapat saya tangkis dengan tangan yang mengakibatkan luka serius. Sudah saya laporkan di Polres iToba ini dan oleh Polres dilimpahkan kasusnya ke Polsek Balige, namun tidak ada penyelesaian sampai sekarang, ” ujar May lagi.

Karena tidak ada tindaklanjutnya,, maka pada tanggal 23 Mei 2024 saya buat Dumas kepada bapak Kapolres Toba, dan saya telah membuat laporan balik pada tanggal 27 Agustus 2024 dengan STTLP/362/VIII/2024/SU/TBS. Namun sampai hari ini belum ada perkembangannya.

“Harapan saya kepada bapak Kapolres Toba, tolonglah proses laporan saya tersebut, karena sampai hari ini, abang-abang dan kakak-kakak saya tetap berusaha dengan berbagai cara yang kotor dan licik untuk merebut dan mengusir saya dari rumah yang saya tempati sekaligus ingin menguasai kilang padi peninggalan orangtua kami.

Anak-anak dan isteri saya merasa terancam dan trauma melihat perbuatan mereka. Melalui media ini saya juga mohon perlindungan hukum walau Dumas sudah disampaikan sebelumnya, sampai para pelaku ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” harap May kepada bapak Kapolres Toba.

” Kami sudah tidak nyaman lagi tinggal di rumah kami sendiri, karena mereka masuk ke tempat saya dan melakukan aktifitas di kilang padi sesuka hati mereka tanpa seizin saya dan tanpa membayar listrik dan pajaknya malah mereka telah merusak pintu masuk ke kilang padi kalau saya gembok, sehingga pintu masuk ke kilang tidak bisa terkunci lagi.

“Abang-abang dan kakak-kakak saya, kami
anggap sudah kebal hukum,karena putusan Pengadilan pun sudah tidak dihargai lagi, bahkan si Harrison Tambunan dan Ramses Tambunan mengatakan putusan itu cuma bungkus lappet” ucap May kesal.

Sebelum hal-hal yang lebih buruk terjadi lagi kepada saya dan keluarga saya, melalui media ini kami mohon Bapak Kapolres Toba untuk dapat menuntaskan kasus yang sudah saya laporkan, serta menutup kegiatan kilang padi tersebut. Karena semua sumber masalah yang terjadi selama ini selalu berasal dari kilang padi tersebut yang ingin dikuasai abang dan kakak- kakak saya selama ini.

Selanjutnya awak media coba konfirmasi via selular Whattsapp dengan Kanit Reskrim Ipda Zulkifli, Selasa (10/9/2024) dan beliau mengatakan : “Nanti ku liat dulu ya bang, apa sudah masuk ke Reskrim pengaduan abang atau belum, soalnya kami lagi pengamanan pertandingan PON di Balige ini mulai tanggal 4 September kemaren,” pungkasnya.

(Sa’id)

Berita terkait

spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini