SURABAYA – Menurut informasi masyarakat terindikasi tiap diskotik hiburan malam ada yang jualan Narkotika jenis ineks dan pil ekstasi dengan istilah bahasa Jukok (ikan) menawarkan pada tiap pengunjung yang masuk didalamnya. Dugan kuat penyedia tempat hiburan sudah ada MoU gelap bersama pemilik barang haram dengan tetap saling untung di setiap ada transaksional
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto berkomitmen memberantas narkoba di Indonesia dan memberikan instruksi kepada seluruh Kapolda untuk memetakan sarang-sarang narkoba di setiap wilayah termasuk di Wilayah Provinsi Jawa Timur khususnya di Kota Surabaya yang penuh dengan diskotik tempat hiburan malam.
Dalam peredaran narkotika tidak menutup kemungkinan sudah diketahui oleh pihak Ditresnarkoba Polda Jatim, Satresnarkoba Polrestabes dan Satresnarkoba Polres Perak Surabaya. Kapolda Jatim Irjen Dekananto Eko Purnomo cukup perintahkan mereka untuk menyisir diskotik di Kota Surabaya dengan tegas dan jangan sampai ada yang ditutup tutupi,” ujarnya, Senin (18/10/2026).
Diharap Kapolda Jatim Irjen pol Dekananto Eko Purnomo tidak mengecewakan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam melaksanakan perintah berantas narkoba diwilayahnya. Karena Penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda memberikan dampak buruk yang sangat serius bagi masa depan diri mereka sendiri, keluarga, serta masyarakat,” papar Hosen KAKI.
“Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari,” ujar Ketua KAKI Jatim.
Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan,” tegas Hosen.
Demi masa depan anak bangsa, Moh Hosen Ketua KAKI Jatim mendesak Kapolda Jatim Irjen pol Dekananto Eko Purnomo untuk menyisir seluruh tempat hiburan malam tanpa terkecuali tidak lain demi bangsa Indonesia yang sehat dari obat obatan terlarang yang kian merenggut nyawa dan penyebab banyaknya premanisme,” pintanya.
Dalam artian, kalau orang sudah terbiasa konsumsi narkoba dan tidak bisa lagi menghisapnya dampak keuangan krisis, mereka tidak segan segan melakukan hal hal yang dilarang seperti merampok menipu dan melakukan tindak kekerasan kepada orang lain demi mendapatkan uang untuk beli sabu,” dalihnya.
Kegiatan berantas narkoba merupakan salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam kabinet Merah Putih untuk Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 20245. Sehingga termasuk program prioritas Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam memberantas barang haram yang bersemayam tak kunjung padam,” pungkas KAKI. (Kus)
