JAKARTA – Dalam upaya untuk menjaring generasi muda yang kompeten dan berintegritas sebagai calon anggota Polri, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi membuka penerimaan anggota baru untuk tahun anggaran 2026.
Proses rekrutmen ini mencakup jalur Akpol (Akademi Kepolisian), IPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana) yang semuanya menerapkan prinsip BETAH (bersih, transparan, akuntabel dan humanis).
PRIMETIME NEWS “REKRUTMEN AKPOL 2026 : POLRI KOMITMEN SELEKSI TRANSPARAN” bersama Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen. Pol. Anwar, S.I.K., M. Si. dan Anggota Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, Kamis 11 Juni 2026.
Menyikapi hal ini, Moh Hosen Ketua KAKI Jawa Timur mengapresiasi Ketegasan dan komitmen Polri tidak menerima titipan dalam seleksi Rekrutmen Akpol 2026. Dengan ini, Polri akan melahirkan penerus yang berintegritas dan berkualitas, serta tidak mudah melakukan penyalahgunaan wewenang dalam menerapkan Undang-undang nomor 2 Tahun 2002," kata Hosen KAKI Jatim, Sabtu (13/6/2026).
Dalam seleksi Rekrutmen Akpol 2026, Polri transparan dengan menerapkan prinsip BETAH, yaitu bersih, transparan, akuntabel dan humanis). Dengan demikian, masyarakat Indonesia dapat menilai bahwa Polri atau Korp Bhayangkara tidak main-main dalam mencari sosok calon Polri yang berintegritas dan berkualitas sebagai alat negara,” papar Ketua KAKI Jatim.
Sebelumnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa ia kerap menerima pesan WhatsApp dari para pejabat dan mantan pimpinan Polri yang meminta bantuan agar anak mereka diloloskan dalam seleksi Taruna Akpol. Ia menegaskan komitmennya untuk menolak semua titipan tersebut demi menjaga integritas institusi dan sistem rekrutmen yang bersih.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan rekrutmen taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dilakukan dengan transparan. Meski begitu, Jenderal Sigit menceritakan bahwa dirinya menerima pesan singkat melalui WhatsApp (WA) yang meminta bantuan agar calon tertentu diloloskan dalam seleksi Akpol.
Hal itu disampaikan Jenderal di acara Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Kompolnas Tahun Anggaran 2026 di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Dia menekankan Polri berkomitmen untuk pembenahan internal, salah satunya terkait rekrutmen Taruna Akpol.
“Saya mohon maaf kepada rekan-rekan di sini, mohon maaf barangkali ada yang putra-putranya masuk Akpol, kami tidak bisa berbuat banyak untuk membantu karena memang sudah menjadi komitmen kita saat itu untuk tidak ada lagi kuota khusus dari Kapolri.
Dia menyebut bahwa Asisten SDM Kapolri, Irjen Anwar menjadi salah satu orang paling pusing saat musim rekrutmen tiba. Hal ini dikarenakan pengumuman hasil seleksi saat ini bersifat final dan tidak bisa diubah-ubah lagi.
“Jadi tiap hari Pak Anwar ini selalu saya marahi, ‘kok selalu masih ada yang WA saya minta supaya anaknya bisa diloloskan di tahap berikutnya, sementara Pak Anwar sudah mengumumkan’. Saya pikir jangan-jangan yang menyuruh anak buahnya Pak Anwar ini yang suruh WA saya,” pungkas Kapolri Jenderal Sigit. (Kusnadi)
