Inovasi Ramah Lingkungan: UTM dan Petani Jaya Mulya VII Terapkan Teknologi Pembasmi Hama dengan Kejut Listrik dan Frekuensi Berbasis PLTS

Bangkalan, 7 November 2025 — Petani melon di Desa Kampak, Kabupaten Bangkalan kini punya cara baru yang lebih cerdas dan ramah lingkungan untuk membasmi hama di lahan mereka. Melalui kegiatan Pelatihan Penggunaan Teknologi Pembasmi Hama Menggunakan Kejut Listrik dan Frekuensi Berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), para petani belajar langsung cara kerja alat inovatif yang digagas oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan Mahasiswa MBKM KKNT Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Pelatihan yang digelar pada Jum’at, 7 November 2025, ini dipimpin oleh Bapak Adi Kurniawan Saputro selaku ketua tim pengabdian, dan didukung oleh hibah mandiri UTM (Nomor Kontrak: 389/UN46.4.1/PT.01.03/ABDIMAS/2025). Kegiatan berlangsung di lahan budidaya melon milik Kelompok Tani Jaya Mulya VII, dengan demo alat langsung oleh Bapak Deni Tri Laksono, salah satu anggota tim PKM.

Alat yang diperkenalkan ini bekerja dengan menghasilkan kejut listrik bertegangan rendah dan frekuensi suara tertentu untuk mengusir hama tanpa bahan kimia. Tenaganya bersumber dari panel surya, sehingga bisa beroperasi otomatis siang dan malam hari tanpa tergantung listrik rumah. Siang hari alat ini efektif mengusir burung, sedangkan malam hari digunakan untuk menakuti tikus yang sering merusak tanaman.

Para peserta tampak antusias selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan mayoritas peserta menilai baik hingga sangat baik terhadap materi dan praktik yang diberikan. Mereka mengaku lebih memahami prinsip kerja alat, cara perawatan, serta percaya diri untuk menerapkan teknologi energi terbarukan dalam kegiatan pertanian.

Ketua Kelompok Tani, Bapak Barizin, dalam video testimoni menyebutkan pelatihan ini sangat bermanfaat. “Biasanya kami harus pasang jebakan atau semprot pestisida. Sekarang dengan alat tenaga surya ini, bisa otomatis bekerja siang malam. Siang untuk usir burung, malam untuk tikus. Praktis dan hemat,” ungkapnya.

Dengan inovasi ini, Universitas Trunojoyo Madura berharap teknologi berbasis energi surya dan frekuensi suara dapat diterapkan lebih luas di kalangan petani Madura. Selain ramah lingkungan, teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan pertanian lokal.

Baca Lainya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img