Jakarta,-RW 10 Kel Semper Timur kecamatan cilincing Jakarta Utara Antusias Rw 10 dan jajaran beserta FKDM karangtaruna ibu ibu PKK dan dawis berkolaborasi mendukung acara tersebut perayaan Lebaran Betawi Minggu 10- Mei 2026. Di Pos 5 tepatnya di pos FBR .
Rw 10 Menegaskan perayaan Lebaran Betawi 2026 menjadi momentum strategis untuk mempererat persatuan masyarakat sekaligus meneguhkan identitas budaya Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada tradisi lokal.
Dalam sambutannya di pos 5 , Minggu 10 Mei FKDM saat di wawancara menyebut Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi ruang kebersamaan yang sarat makna sosial dan budaya.
“Lebaran Betawi menjadi momen penting untuk mengingat jati diri Jakarta. Budaya Betawi harus terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” ujarnya.
Rt Borde mengatakan masyarakat Kolaborasi Jaga Warisan Budaya. katanya rt tersebut
Perayaan yang diinisiasi Majelis Kaum Betawi bersama FBR dan Bamus Betawi itu dinilai menjadi contoh nyata sinergi antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah dalam menjaga warisan budaya di tengah pesatnya perkembangan kota metropolitan.
Menurut, tradisi Lebaran Betawi menghadirkan kehangatan dan mempererat silaturahmi antarwarga dari berbagai latar belakang. Nilai-nilai kebersamaan tersebut tercermin dalam sejumlah tradisi khas, seperti saling memaafkan kepada orang tua dan sesepuh sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kekeluargaan.
Selain itu, tradisi “ngider” atau berkeliling mengunjungi sanak saudara memperkuat hubungan lintas generasi. Sementara tradisi nyorog atau berbagi makanan mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang telah mengakar dalam masyarakat Betawi.
Pelestarian Budaya Harus Berkelanjutan tutur Borde
FKDM menekankan bahwa pelestarian budaya Betawi tidak cukup hanya melalui festival atau pertunjukan seni. Diperlukan langkah berkelanjutan untuk menjaga nilai budaya sekaligus menanamkannya kepada generasi muda.
Sebagai daerah khusus, Jakarta memiliki sejarah panjang yang erat dengan masyarakat Betawi. Karena itu, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga.
Ia juga menyoroti pentingnya menghargai tokoh Betawi, salah satunya MH Thamrin, yang dinilai berkontribusi besar dalam pembangunan dan kemajuan Jakarta.
“Kita harus terus membesarkan peran tokoh Betawi sebagai bagian dari identitas Jakarta sekaligus inspirasi bagi generasi mendatang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, rw 10 mengungkapkan
kegiatan budaya di Jakarta dinilai memiliki nilai historis tinggi sekaligus menjadi ruang publik yang merepresentasi kan kebersamaan warga.
Ia menambahkan, keberadaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 semakin memperkuat posisi budaya Betawi sebagai aset budaya dan utama Jakarta,
sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab lebih besar dalam pelestarian dan pengembangan
nya. Sayang sekali lurah camat kebetulan belum hadir dalam acara ini.
Sebab Dorong Persatuan dan Ekonomi UMKM
Bila di beri penjelasan oleh petugas (BIP) Birokrasi Instansi pemerintah tentu masyarakat optimistis budaya Betawi
akan semakin berkembang jika seluruh elemen masyarakat bersatu. Dampaknya tidak hanya pada aspek budaya, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sepuh diwilayahnya tersebut juga terus mendorong kegiatan lintas budaya dan lintas agama guna memperkuat persatuan. Berbagai agenda budaya akan digelar sepanjang tahun, termasuk perayaan keagamaan hingga Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499 dan seterusnya.
Lebaran Betawi pada Minggu 10 Mei Di pos 5.
Wilayah di rw 10 Kel Semper Timur kecamatan cilincing Jakarta Utara aman terkendali.
Lebaran Betawi untuk Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global.”
Rangkaian acara meliputi syukuran, pertunjukan seni seperti ondel-ondel, dan lain lain seperti karnaval budaya, permainan tradisional, serta sajian kuliner khas Betawi.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi melalui bazar produk lokal yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Melalui Lebaran Betawi, kita tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga merawat kebersamaan dan memperkuat persatuan,” tutup FKDM . Acara ini dihadiri oleh TNI Polri
(Parlin-Daman)
