Mengingat Sejarah Hari Lahir Pancasila Mengenai Makna dan Relevansi Bagi Bangsa Indonesia

JAKARTA – Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat kemerdekaan dan kemajuan bangsa hanya bisa dicapai dengan menjaga dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Peringatan ini adalah ajakan untuk terus mempererat persatuan, menghargai perbedaan, dan membangun Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat.

Hari Lahir Pancasila diperingati pada tiap tanggal 1 Juni. Peringatan ini merujuk pada momen bersejarah tanggal 1 Juni 1945 ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidato dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang untuk pertama kalinya memperkenalkan konsep dasar negara Indonesia.

Sedangkan penetapan Hari Lahir Pancasila sebagai hari libur nasional baru secara resmi dilakukan pada tahun 2016 oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016. Sejak saat itu, setiap tahun bangsa Indonesia memperingati tanggal 1 Juni sebagai tonggak sejarah lahirnya ideologi pemersatu bangsa.

Dalam kesempatan ini Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila. Upacara berlangsung di Lapangan Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026. “Penyelenggaraan Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 bertemakan “Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia”. Rangkaian upacara dimulai sejak pukul 09.30 WIB.

Latar Belakang Sejarah Hari Lahir Pancasila

Dikisahkan setelah Jepang menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia di tengah kekalahannya dalam Perang Dunia II, maka dibentuklah BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 29 April 1945. Tujuan utama badan ini adalah merumuskan dasar dan bentuk negara Indonesia merdeka.

Dalam sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945, para tokoh bangsa menyampaikan gagasannya mengenai dasar negara. Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato monumental yang berjudul “Lahirnya Pancasila”, dan mengusulkan lima prinsip sebagai dasar negara:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Berkebudayaan

Soekarno waktu itu menyampaikan bahwa kelima prinsip ini bisa dinamai “Pancasila”, dari bahasa Sanskerta panca (lima) dan sila (prinsip atau asas). Konsep tersebut kemudian disempurnakan oleh Panitia Sembilan dalam Piagam Jakarta (22 Juni 1945), dan akhirnya ditetapkan secara resmi dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada 18 Agustus 1945.

Makna dan Relevansi Pancasila

Pancasila adalah landasan ideologis yang dirancang untuk menjadi perekat kebhinekaan Indonesia. Nilai-nilainya merefleksikan kepribadian bangsa yang religius, beradab, demokratis, dan menjunjung keadilan sosial. Dalam kehidupan modern yang penuh tantangan globalisasi, digitalisasi, dan polarisasi sosial-politik, Pancasila tetap relevan karena:

  1. Menjaga persatuan di tengah perbedaan
  2. Menjadi dasar pembentukan hukum dan kebijakan publik
  3. Menumbuhkan semangat toleransi dan gotong royong
  4. Mencegah radikalisme dan ekstremisme

Perlu diketahui bahwa Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dibentuk untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan, media, dan budaya. Dalam artian, dengan mengingat sejarah, hidup bangsa akan sejajar dan terarah.

Tujuan memperingati Hari Lahir Pancasila Senin 01 Juni 2026 demi mengenang momen bersejarah saat Ir. Soekarno pertama kali menyampaikan gagasan dasar negara pada 1 Juni 1945, serta untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh masyarakat terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia. (Kusnadi)

Baca Lainya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img