Dugaan jual beli blanko E-KTP, dispenduk capil bangkalan

Hosnews.id|| – BANGKALAN, Di Saat pemerintah memberi kemudahan pelayanan E-KTP dengan gratis. Di Bangkalan tersiar aroma jual beli jual beli blangko KTP elektronik (E-KTP).

Pengakuan ini disampaikan M, salah satu perangkat desa di Bangkalan.

Kepada Mata Madura, M mengaku kalau dirinya terpaksa memborong blangko E-KTP dalam jumlah banyak agar warga di desanya mendapat E-KTP.

M bercerita, awal mula dirinya mengurus E-KTP milik warganya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bangkalan, Madura.
Namun, prosesnya sangat lama dan terkesan dipersulit.

Lalu, ada yang membisiki agar membeli blangko E-KTP yang tersedia dengan harga Rp 30 ribu per lembar.

β€œKami disuruh membeli blangko E-KTP pada Kasi Pemerintahan di Dispendukcapil Bangkalan. Harganya 30 ribu per lembar. Seharusnya kan itu gratis. Karena kami sangat butuh, ya terpaksa saya beli,” tutur M.

Karena ada tawaran untuk melayani E-KTP warganya meski harus bayar. M tak segan-segan membeli dengan kuota yang cukup besar.

Jumlah blangko E-KTP yang dia beli sebanyak 150 lembar blangko.

β€œKami membeli pada Dispendukcapil Bangkalan 150 lembar blangko. Meskipun mahal ya kami beli untuk memfasilitasi masyarakat di desa kami,” ucap M.

Sejak blangko E-KTP dibeli. M tak lagi ruwet mencetak E-KTP warganya di Dispendukcapil Bangkalan.

Melalui Kasi, Dispendukcapil Bangkalan, Agus Suharyono membantah jika ada jual beli Blangko E-KTP di lingkungan kerjanya.

β€œItu tidak benar, jika ada informasi jual beli Blangko E-KTP. Jika dulu memang iya ada keterlambatan Blangko. Jadi memang masyarakat itu cukup lama dalam mengurus E-KTP. Jika saat ini sesuai SOP Dispendukcapil dalam kepengurusan E-KTP sehari itu bisa jadi. Kami selalu mempermudah pelayanan bagi masyarakat,” kata Agus Senin (19/4/2021).

Kata Agus, mungkin yang dimaksud ada indikasi pembelian Blangko E-KTP itu ada masyarakat yang meminta tolong dari Desa kepada oknum tersebut. Pemberian uang itu sebagai uang tranportasi.

β€œMungkin masyarakat itu membutuhkan bantuan dari perangkat desa. Masyarakat memberikan kompensasi uang transport. Tapi hal itu kami kurang begitu paham juga. Yang jelas jika masyarakat datang langsung ke dispendukcapil proses pembuatan E-KTP itu sehari pasti jadi,” papar dia.

( MzL )

Berita terkait

spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini