JAKARTA – Pemasangan nasogastric tube yang normal dan benar tetap memiliki risiko efek samping. Berupa kram dan pembengkakan perut, mual, muntah, dan diare. Risiko efek samping dari pemasangan akan lebih parah jika tidak dilakukan dengan benar.
Luka pada hidung, sinus, tenggorokan, kerongkongan, dan lambung, adalah efek samping yang cukup umum dari pemasangan nasogastric tube yang keliru. Tak hanya itu, pemasangan selang nasogastric tube yang kurang tepat juga berisiko membuat selang mencapai paru-paru.
Hal ini tentu berbahaya. Suplai makanan, minuman, dan obat yang mengalir ke paru-paru berisiko menimbulkan aspirasi.
Untuk mengurangi risiko komplikasi akibat pemasangan nasogastric tube, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, seperti menyikat gigi dan membersihkan hidung secara teratur, serta memeriksa tanda-tanda kebocoran ataupun penyumbatan.
Adapun Efek Samping Pemasangan Nasogastric Tube/ Selang Hidung. Pemasangan nasogastric tube yang normal dan benar tetap memiliki risiko efek samping.
Yakni berupa; kram dan pembengkakan perut, mual, muntah, dan diare. Risiko efek samping dari pemasangan akan lebih parah jika tidak dilakukan dengan benar.
Luka pada hidung, sinus, tenggorokan, kerongkongan, dan lambung, adalah efek samping yang cukup umum dari pemasangan nasogastric tube yang keliru.
Tak hanya itu, pemasangan selang nasogastric tube yang kurang tepat juga berisiko membuat selang mencapai paru-paru. Hal ini tentu berbahaya. Suplai makanan, minuman, dan obat yang mengalir ke paru-paru berisiko menimbulkan aspirasi.
Untuk mengurangi risiko komplikasi akibat pemasangan nasogastric tube, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, seperti menyikat gigi dan membersihkan hidung secara teratur, serta memeriksa tanda-tanda kebocoran ataupun penyumbatan, menurut Keterangan Ilmu Kedokteran.
“Lantas siapa yang membutuhkan pemasangan Nasogastric Tube?
Pemasangan nasogastric tube tak hanya berfungsi untuk mengalirkan makanan, minuman, dan obat-obatan ke dalam tubuh. Melainkan juga untuk mengeluarkan zat beracun dari dalam perut.
Umumnya, pemasangan nasogastric tube diperlukan oleh pasien dengan kondisi:
1.Cedera Leher atau Wajah, cedera pada leher atau wajah dapat membuat pasien sulit menggerakkan mulut, mengunyah, dan menelan. Oleh karena itu, pemasangan nasogastric tube diperlukan, agar asupan makanan, minuman, dan obat yang dibutuhkan tetap terjaga. Sebab, asupan makanan, minuman, dan obat sangat diperlukan untuk menunjang proses penyembuhan.
2.Gangguan Usus, gangguan usus dimaksud, seperti penyumbatan, memerlukan pemasangan nasogastric tube. Tujuannya tentu saja agar kebutuhan makanan, minuman, dan obat pengidap terpenuhi. Pengidap gangguan usus biasanya mengalami kesulitan dalam mencerna makanan bertekstur.
3.Kesulitan Bernapas, pasien yang mengalami kesulitan bernapas juga membutuhkan pemasangan nasogastric tube, selain bantuan alat bantu napas atau ventilator untuk menyuplai oksigen ke paru-paru. Pemasangan nasogastric tube ini juga bertujuan untuk memastikan suplai makanan, minuman, dan obat-obatan terpenuhi.
4.Overdosis Obat-obatan Terlarang, pasien overdosis obat-obatan terlarang juga membutuhkan pemasangan nasogastric tube. Selain untuk menyuplai makanan dan minuman, pemasangan nasogastric tube pada kondisi ini juga berfungsi untuk menyerap zat-zat berbahaya dalam tubuh.
5.Koma, pasien koma biasanya mengalami kehilangan kesadaran yang cukup lama. Untuk memastikan kebutuhan makanan, minuman, dan obat-obatannya terpenuhi, pemasangan nasogastric tube diperlukan. Itulah sedikit penjelasan tentang efek samping pemasangan nasogastric tube dan siapa saja yang memerlukannya.
Jika ingin tahu lebih lanjut tentang nasogastric tube, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter tepercaya, kapan dan di mana saja. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan, dengan menjalani gaya hidup sehat setiap harinya, agar tidak sampai mengalami pemasangan nasogastric tube. Rutin juga periksakan kesehatan ke dokter secara berkala, agar bisa mengetahui status kondisi kesehatanmu.
Penulis: dr. Fadhli Rizal Makarim
