KAKI Berharap Presiden Netral Menjelang Pemilu 2024 Kecuali Sudah Merakyat Kembali

JAKARTA – Pemilihan adalah proses formal memilih seseorang untuk jabatan pemerintahan publik dan menerima atau menolak proposisi politik melalui pemungutan suara.

Pemilu memiliki fungsi utama untuk menghasilkan kepemimpinan yang benar-benar mendekati kehendak rakyat. Oleh karena itu, pemilu merupakan salah satu sarana legitimasi kekuasaan. Pemilu dapat dikatakan aspiratif dan demokratis apabila memenuhi beberapa persyaratan.

Pemilu memiliki arti penting sebagai salah satu prosedur utama dalam demokrasi. Dalam sistem demokrasi modern, kedaulatan rakyat hanya bisa dikelola secara optimal melalui lembaga perwakilan. Oleh karena itu, arti penting pemilu yang utama adalah sebagai sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat.

Menyikapi Beredarnya berbagai bener bergambar presiden Ir Jokowi bersama Ganjar Pranowo selaku salah satu kandidat pilpres 2024.

Moh Hosen Aktivis Komite Anti Korupsi Indonesia mengatakan, Ini membuat masyarakat awam simpang siur berpendapat dalam artian presiden mendukung Ganjar atau hanya Ganjar ingin berfoto dengan presiden.

“Masyarakat menduga dengan adanya presiden berduaan dengan Ganjar diberbagai Baliho di jalanan, seakan Ir Jokowi tidak netral menyikapi pemilu tahun depan karena capres pilpres ada 3 kandidat, Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Baca Juga : Aktivis KAKI Dukung Kamaruddin Simanjuntak Lawan Balik Dirut Taspen Soal Dana Rp300 Triliun, Klaim Punya Bukti 6000 Video Enak-enak

       Sebaiknya Hasyim Asy'ari Ketua KPU Republik berkoordinasi dengan Rahmat Bagja Ketua Bawaslu RI maupun pihak terkait Kepengawasan Pemilu 2024 untuk menyikapinya. Karena Foto berdua Presiden Ir Jokowi dan Ganjar Pranowo membuat publik terpicu untuk mendukung dan memilih Ganjar Pranowo sebagai presiden 2024-2029, lantas bagaimana dengan nasib Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Diminta dengan hormat Presiden Ir Jokowi untuk tidak lagi berfoto bersama salah satu capres dengan tagline mendukung atau lanjutkan dan lain sebagainya.

Kami tahu meskipun pak Jokowi tujuannya baik demi kesatuan dan keutuhan NKRI tapi cara dan Waktunya belum tepat kecuali sudah merakyat (tidak lagi jadi presiden).

Diketahui Pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Netralitas Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan.

SKB diterbitkan untuk menjamin terjaganya netralitas ASN pada pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah serentak di tahun 2024.

Jika Presiden tidak netral dan terus terang membela salah satu capres tidak menutup kemungkinan SKB yang diterbitkan pemerintah hanya menjadi slogan saja dalam artian pimpinan negara Berpolitik apalagi bawahannya.

Baca Juga : Menjelang Pemilu 2024 KPK Diminta Dampingi KAKI Dalam Kepengawasan Politik Uang

Maka dari itu Presiden Jokowi diharapkan dapat bersikap netral pada Pemilihan Presiden 2024, tanpa mendukung salah satu calon, demi terselenggaranya pemilu yang demokratis, jujur, dan adil.

Dukungan terhadap salah satu calon dinilai tidak etis serta tidak sesuai dengan mandat konstitusi untuk menjadi kepala negara dan kepala pemerintahan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Karena ketidaknetralan Presiden juga dinilai berpotensi memicu konflik bangsa apabila aktor-aktor yang terlibat dalam pemilu beserta pendukungnya yang jumlahnya jutaan menilai ada ketidakadilan serta kecurangan dalam pelaksanaan pilpres 2024.

Diyakini Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang menjamin kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan masih berlaku di negara republik Indonesia tercinta,” Ungkap Aktivis KAKI, Ahad 20 Agustus 2023.

Penulis: Korlip Nasional

Berita terkait

spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini