KAKI Jatim Sarankan Masyarakat Bangkalan Jangan Bangga Dengan Hadirnya Investor UEA-China Untuk Pembangunan Kawasan Industri

BANGKALAN – Polemik wacana pembangunan kawasan industri mulai memasuki tahap persiapan di Kabupaten Bangkalan. Dengan dalih sejumlah investor asal Uni Emirat Arab (UEA) dan China siap terlibat dalam pengembangan industri yang diharapkan mendorong aktivitas ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Persiapan dimaksud dilakukan dengan penandatanganan nota Kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara pihak terkait Pemerintah kabupaten Bangkalan menyambut pengusaha UEA, China Odasco LLC dan Suzho Engineering Co. Ltd di Pendopo Bupati Bangkalan, kamis (10/09/2026).

Pasalnya pembangunan kawasan industri tersebut mencakup sejumlah sektor usaha seperti Biotanol Pengolahan santan dan produk turunannya, furnitur, spring bed, tekstil , plastik, karton dan Panel Surya. Dengan salah satu komitmen yang tercantum dalam MoU adalah pemberian 75 % Kouta tenaga kerja kepada warga lokal Bangkalan.

Menyikapi hal ini, Moh Hosen Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur menyarankan masyarakat Bangkalan jangan bangga dengan hadirnya Investor UEA-China untuk pembangunan kawasan industri yang belum tentu membawa barakah, meskipun tercipta lapangan Kerja dengan 75% pekerja orang lokal atau pribumi,” kata Hosen KAKI, Kamis (10/9/2026).

    Masyarakat Bangkalan jangan sampai tergiur apalagi tertipu dengan janji manis Investor UEA-China yang dibawa oleh Makruf Maulana CEO PT Wiraraja Madura International dengan mengatakan pengembangan kawasan industri akan dilakukan di sejumlah titik di kabupaten Bangkalan dengan menyiapkan lahan seluas 70-80 Hektare yang masih dalam proses pembebasan.

    "Perlu disadari dan diketahui bersama, bahwa selama ini Bupati Bangkalan Lukman Hakim mencari lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah saja kesusahan apalagi lahan industri tahap awal 70-80 % hektare, ini sangat membingungkan. Apakah karena penandatanganan MoU dengan Investor UEA-China dianggap menghasilkan, sehingga ia menyetujui adanya pembangunan Industri," papar Hosen KAKI Jatim.

Terindikasi Investor UEA-China memilih lahan pembangunan kawasan industri di kabupaten Bangkalan tidak lain karena akses pengangkutan barang dengan jembatan nasional Suramadu sehingga hasil produksi tidak membutuhkan biaya transportasi yang besar. Sedangkan masyarakat Bangkalan sendiri hanya dijadikan buruh untuk memperkaya orang asing,” tegas Hosen KAKI Jatim.

Sebagai Putra Daerah kabupaten Bangkalan, kami kurang setuju dengan adanya pembangunan Industri UEA-China kalau hanya dibuat untuk memperkaya orang luar dan antek-anteknya. Sedangkan masyarakat lokal hanya dijadikan pelampiasan untuk memberikan kontribusi besar kepada mereka,” dalih Ketua KAKI Jatim.

Masyarakat Bangkalan harus berpikir panjang dengan adanya Kawasan Industri UEA-China, apakah dampak limbah tidak mencemari lingkungan, khususnya sumber air yang menjadi salah satu pokok sumber kehidupan. Alangkah baiknya Kota Dzikir dan Kota Sholawat tetap bernuansa seperti biasanya, karena meskipun tanpa adanya Pembangunan Industri tidak mungkin kelaparan,” ungkap Hosen KAKI Jatim yang juga Putra Daerah. (Kusnadi)

Presiden Prabowo Subianto

Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Baca Lainya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img